Komunitas Tikar Pandan adalah suatu Organisasi Masyarakat Sipil yang menjadi pusat kajian dan pemberdayaan rakyat dalam bidang kebudayaan emansipatoris untuk mendorong terciptanya tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial di Provinsi Aceh. Komunitas Tikar Pandan ada untuk mengantisipasi dan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan berupa: Hilangnya studi-studi kritis terhadap sejarah kebudayaan di Aceh sehingga budaya Aceh menjadi sebatas kesenian, komoditas pariwisata, dan seperangkat pranata sosial yang anti kritik. Macetnya tafsir-tafsir emansipatoris terhadap budaya Aceh yang menutup kemungkinan lahirnya alternatif kontekstual bagi perubahan masyarakat. Berkembangnya budaya elitis dan simbolis hasil hagemoni dari otoritas kekuasaan yang monolitik dan anti kritik. Penumpulan tradisi kritis masyarakat karena macetnya proses tafsir emansipatoris terhadap kebudayaan di Aceh di tengah perkembangan budaya modern dan global. Kebijakan-kebijakan negara yang menghilangkan kapasitas intelektualisme masyarakat dalam melakukan tafsir emansipatoris terhadap kebudayaan di Aceh. Komunitas Tikar Pandan mengantisipasi dan merespon kebutuhan, peluang, dan masalah di atas melalui: Melakukan dan mendorong munculnya studi-studi kritis terhadap sejarah kebudayaan di Aceh dan menyosialisasikan hasil-hasil tersebut kepada semua stakeholder. Mewacanakan isu-isu kebudayaan emansipatoris kepada masyarakat sebagai usaha transformatif untuk membongkar kemacetan tafsir-tafsir budaya Aceh. Memfasilitasi masyarakat untuk melakukan tafsir emansipatoris terhadap kebudayaan di Aceh melalui metode pendidikan partisipatoris. Membuka ruang-ruang publik di Aceh secara interaktif dan inklusif untuk merayakan tafsir-tafsir kebudayaan emansipatoris. Penguatan daya kritis, daya kreatif, dan daya organisatoris masyarakat dalam usaha memengaruhi dan memberi alternatif setiap produk kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kebudayaan di Aceh. Melakukan advokasi kebijakan untuk mendorong terciptanya tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial di Aceh dengan berbasiskan pada kebudayaan emansipatoris. Dalam hubungannya dengan semua orang, kelompok atau organisasi, Komunitas Tikar Pandan akan senantiasa secara optimal melakukan upaya: Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga masyarakat sipil serta organisasi rakyat yang konsern dan atau interest dengan persoalan kebudayaan di Aceh. Menjadi mitra bagi komunitas intelektual, komunitas kesenian, dan komunitas adat untuk membahas berbagai isu mengenai konstruksi budaya Aceh yang emansipatoris. Bermitra dengan pengambil dan pelaksana kebijakan agar bersedia menfasilitasi proses aktualisasi kebudayaan emansipatoris di Aceh dalam pembuatan qanun-qanun yang berkaitan dengan persoalan kebudayaan. Menjalin hubungan dengan funding agency dan instansi pemerintah yang berkaitan dengan isu-isu kebudayaan di Aceh. Komunitas Tikar Pandan meyakini bahwa dengan berorientasi pada nilai-nilai perdamaian, pluralisme, demokratis, dan kerakyatan maka Komunitas Tikar Pandan akan mampu mewujudkan kebudayaan emansipatoris untuk mendorong terciptanya tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial di Provinsi Aceh.
Komunitas Tikar Pandan didirikan pada tahun 2002, oleh beberapa anak muda dari pelbagai universitas di Aceh. Organisasi ini berbentuk perhimpunan. Alasan pendiriannya adalah untuk mengkaji isu-isu kebudayaan yang terjadi selama berlangsungnya konflik politik di Aceh. Dalam tindakannya, hasil kajian tersebut diterjemahkan dalam bentuk gerakan kebudayaan untuk memengaruhi kebijakan negara dalam menentukan politik kebudayaan di Aceh. Selanjutnya komunitas ini tumbuh sebagai organisasi berbentuk Liga Kebudayaan, yaitu suatu gabungan dari beberapa organisasi yang konsern dengan kebudayaan di Aceh. Komunitas Tikar Pandan bertindak sebagai koordinator dari organisasi-organisasi yang bergabung di dalam Liga Kebudayaan. Adapun organisasi yang tergabung dalam Liga Kebudayaan adalah sebagai berikut: Sekolah Menulis Dokarim, Metamorfosa Institute, Jurnal Kebudayaan Gelombang Baru (dulu benama TITIK TOLAK), Toko Buku Dokarim, Komunitas Tukang Cerita PMTOH Modern, dan Unit Penerbitan Buku Aneuk Mulieng Publishing. Pada tahun 2007, melalui Rencana Strategi 5 tahunan, Komunitas Tikar Pandan mempertajam orientasi kelembagaannya. Komunitas Tikar Pandan menempatkan diri sebagai Organisasi Masyarakat Sipil yang menjadi pusat kajian dan penguatan rakyat dalam bidang kebudayaan emansipatoris untuk mendorong terciptanya tatanan masyarakat yang berkeadilan di Aceh.
Misi Komunitas Tikar Pandan
Pernyataan Visi Komunitas Tikar Pandan
Terwujudnya kebudayaan emansipatoris yang berbasis pada keadilan sosial di Provinsi Aceh
Motto Komunitas Tikar Pandan
"Cukup Sudah hegemoni, wujudkan budaya emansipasi!"
Pengalaman Organisasi:
Selama ini Komunitas Tikar Pandan aktif membangun hubungan kerjasama dan kemitraan dengan lembaga-lembaga lokal di Aceh dan Indonesia secara umum. Hubungan kemitraan tersebut kemudian berkembang semakin luas ke Asia-Pasifik dan Eropa. Yayasan Tifa, HIVOS, The Asia Foundation, ICCO, Japan Foundation dan Rotary Japan Club Foundation adalah beberapa nama lembaga yang bermitra untuk menunjang kegiatan-kegiatan Komunitas Tikar Pandan.
| < Prev |
|---|
Festival Film Arab
Undangan Pemutaran dan Diskusi Film Dokumenter
SCREENDOCS! REGULAR 2009